Wednesday, February 15, 2017

10 Tips Membuat Pamflet/Flyer yang Bagus dan Menarik

Tips Membuat Pamflet Bagus dan Menarik


10 Tips Membuat Pamflet/Flyer yang Bagus dan Menarik - Haloooww teman-teman, berjumpa lagi bersama saya, semoga ngga bosen yaa. Pada postingan kali ini saya akan membahas Cara Membuat Pamflet yang Bagus dan Menarik.


Pamflet sendiri adalah tulisan yang dapat dilengkapi dengan gambar maupun tidak pada satu lembar kertas, karenanya pamflet biasa disebut dengan selebaran. Tulisan-tulisan tersebut dibuat agar pesan si pembuat tersampaikan, untuk publikasi dapat melalui media cetak maupun media digital.
Pamflet haruslah didesain menarik dan jelas agar menarik si pembaca  untuk melihat isi pamflet. Dan Karena itu, disini nanti akan dibahas 10 tips yang mudah-mudahan menginspirasi teman-teman semuanya. Penasaran sama isinya? Cekidoootttt ajaa... :D


1.    Mulailah Cari Inspirasi

Free Vector

Sekarang banyak website yang menyediakan hasil-hasil karya sang creativer, entah itu yang berbayar maupun yang gratis. Kebanyakan yang berbayar lebih bagus. Kenapa? Ya kalo ngga bagus, ngga bakal dijual lah :D hehe, tapi yang gratis juga ga kalah kok, saya ada website langganan yang biasa buat cari inspirasi, bisa di cek di Freepik. Disitu ada versi gratis dan ada juga yang premium(berbayar).

Tapi bukan berarti cuma download aja yaa. Kebanyakan orang ingin langsung desain jadi dan itu pun beberapa hanya di edit sedikit. Itu ngga bakal bikin kamu berkembang gaes.

Jadikan contoh hasil karya orang lain untuk motivasi serta inspirasi agar dapat membuat yang lebih joss lagi.. Cari inspirasi ga cuma disitu kok, di google banyak sekali, pintar-pintar aja nyari sampai ketemu yang cocok #kaya nyari jodoh gitu, eh..


2.    Pilihlah Skema Warna
Skema Warna
Skema Warna

Pilihlah warna yang cocok untuk pamfletmu, ingat! Kalau salah kasih warna bisa bisa dibully tuh. Warna disini sangat berperan penting dan juga menentukan menarik tidaknya pamflet itu. Bahaya kan gaes? Carilah warna yang didalamnya terdapat warna gelap dan terang. Dan ngga cuma cocok kasih warna aja ya tapi juga berikan warna yang sesuai dengan tema pamflet itu. Bingung mau kasih warna apa di pamfletmu? Cek pengaturan warna yang bisa kamu pilih disini


3.    Memahami Pesan


Maksudnya disini, kita sebelum membuat pamflet harus memahami pesan yang akan disampaikan.

Ada yang bilang “Pamflet itu yang penting isinya tersampaikan”, ya ngga gitu juga kali hehe, mending kita cuma kasih tulisan aja di selembaran kertas tanpa desain yang bagus, ya ngga?, abaikan aja yang tadi hehe.

Selain kita sang pembuat  harus paham dengan pesannya, orang yang membacanya pun harus paham. Caranya bisa kita beri semacam bold atau warna yang berbeda pada teks judul/tema agar yang membaca tertarik untuk melihat isi konten dari pamflet tersebut.


4.    Mengatur Layout dan Komposisi ukuran yang tepat

Layout Pamflet

Nah ini juga penting nih, kenapa? Biar ngga acak-acakan tulisannya, lebih tertata dan rapi. Kalo tulisan rapi pasti orang tertarik untuk membacanya tetapi sebaliknya, orang akan enggan membaca karna susah dibaca apalagi dipahami. Untuk judul dan gambar lebih besar komposisinya daripada yang lain karna itu untuk menarik orang membaca isinya. Nah untuk isi seperti waktu, tempat, fasilitas dan lain-lain itu dibuat jangan gede-gede amat dan juga ngga kecil-kecil amat. Yang penting jarak 1-2 meter masih terlihat oleh mata.


5.    Menentukan Fokus Utama

Fokus Utama Pamflet

Agar orang penasaran dengan isi pamflet kita yaitu dengan menentukan bagian mana yang akan di fokuskan. Banyak pamflet yang memfokuskan ke gambar karna ukuran gambarnya diperbesar dan ngga cuma besar tetapi juga menarik. Jika memang pamflet itu tidak membutuhkan gambar maka tulisan judul/tema yang ditonjolkan, entah itu dari jenis fontnya berbeda daripada isi, ukuran maupun bentuk fontnya.


6.    Tulisan bisa dibaca 

Tulisan Bisa DIbaca

Disekitar kita pasti banyak pamflet yang tulisannya ngga jelas, bener ngga? Itu maksudnya apa coba? Wkwk *santai santai.. Ngga jelas karna pemilihan jenis dan warna fontnya ngga cocok untuk pamfletnya.

Seperti yang sudah dijelaskan diatas pada bagian layout, tulisan untuk isi/konten harus bisa dibaca pada jarak 1-2 meter, sedangkan judul minimal 5 meter bisa dilihat dari jauh. Jika tulisannya kecilpun orang ngga bakal tertarik untuk mendekati pamflet tersebut, jangankan deket, dibaca aja engga. Hehe.. mungkin untuk pemilihan font bisa dibaca disini Tips Font. Disitu sudah diberikan tips untuk memilih serta menentukan font yang bagus.


7.    Simplicity is Beauty

Simplicity is Beauty

Kata-kata ini udah ngga asing lagi ditelinga kita, ya mungkin asing bagi yang masih baru belajar desain hehe.
Simplicity dari kata simple yang berarti simpel dan beauty yang berarti indah atau cantik. Kebanyakan orang lebih suka yang simpel tetapi tetap indah dilihat. Mungkin beberapa ada yang ngga suka simpel, itu pasti ada. Kalau bisa yang simpel, ngapain pilih yang ribet? Ya ngga? :D Sama halnya seperti membuat pamflet, nggausah ribet buatnya asal bagus dan masih enak dilihat. Simpel disini bukan berarti isi kontennya sedikit, tetapi tidak kebanyakan pernak pernik yang tidak perlu dipakai untuk menghiasi pamflet tersebut.


8.    Berikan Ruang Kosong

Ruang Kosong

Kenapa harus ada ruang kosong? Ntar jelek dong, kosongan gitu. Engga juga, malahan ruang kosong itu memberikan jeda untuk yang membaca agar tidak bingung membedakan mana yang judul dan subjudul. Tidak hanya jarak antar gambar dengan teks tetapi atur juga margin kanan kiri agar seimbang dan juga tidak terlalu mepet dengan batas lembar kerja. Fungsi lain dari itu agar terlihat rapi dan tidak asal-asalan meletakkan isi konten pamflet. Contoh diatas gimana? Enak dipandang bukan? hehe


9.    Jangan Lupakan Tipografi

Tipografi

Tipografi yaitu penggabungan seni dengan teknik mengatur tulisan, tujuannya agar pembaca dapat mengerti yang dimaksud tulisan tersebut. Kita tidak hanya menentukan jenis, ukuran, bentuk huruf apa yang harus digunakan tetapi kita mengatur tata letak yang baik agar mempercantik desain pamflet sesuai keinginan. Mungkin nanti saya akan membahas tentang tipografi dipostingan selanjutnya, untuk sekarang hanya menampilkan contohnya aja yaa.


10.    Buat versi mini untuk Sosmed

Pamflet Versi Sosmed

Nah buat yang terakhir promosi, yeeeay. Kita tahu bahwa betapa pentingnya sosial media, pamflet tak selamanya harus dipublikasikan lewat media cetak aja tetapi media digital juga tak bisa dipungkiri sangat penting bagi kita yang tidak bisa menjangkau tempat yang jauh. Untuk ukuran pamflet biasanya A3 atau A4, jika kita share lewat sosial media sekarang kebanyakan tidak bisa full gambar. Untuk itu kita antisipasi dengan membuat yang versi persegi tetapi tidak menghilangkan pesan yang disampaikan. Hanya aja mengurangi isi konten yang sekiranya tidak begitu harus disampaikan.


10 Tips Membuat Pamflet yang Bagus dan Menarik

Gimana teman-teman? Ada yang kurang paham? Bisa coret-coret dikolom komentar ya :D Semoga penjelasan diatas dapat menginspirasi serta bermanfaat. Salam tek tek..^^


EmoticonEmoticon