Sunday, February 05, 2017

Warna dan Desain, Kombinasi yang Bisa Kamu Pilih untuk Pewarnaan pada Desain Grafis


Warna dan Design
Warna dan Desain, Kombinasi Warna pada Desain Grafis - Saat membuat sebuah karya desain grafis, terkadang kami sering kesulitan untuk memilih warna yang tepat untuk desain yang kami buat. Kami tahu, setiap warna memiliki nilai psikologi tersendiri. Tapi bukan itu masalahnya. Kami hanya kurang tahu bagaimana memilih warna yang padu dan nyaman dilihat oleh mata.


Hingga akhirnya kami memutuskan *yuk, kita belajar tentang warna dari dasar! Gak bisa nih, gini terus!

Dalam proses menimba ilmu tentang warna kami menyadari bahwa kalau belajar jangan sendirian, tapi rame-rame biar rame, kalau belajar jangan pelit kalau sama duit baru pelit, kalau belajar jangan tidur, tidur dikasur aja, kalau dapat ilmu bagi-bagi biar dapat pahala. *pesan moral nih, sebarkanlah nak, sebarkan!

Nah, karena pada dasarnya kami baik hati, ini sedikit hal yang baru kami ketahui tentang warna:

  1.  Color Wheel
Jadi, color wheel itu adalah roda warna. Saat awal belajar, karena kami ini adalah mahasiswa-mahasiswa kritis calon penerus bangsa, kami langsung memenuhi pikiran kami dengan pertanyaan-pertanyaan penting yang akan jadi penentu berhasil atau tidaknya proses belajar kami. 
Pertanyaan pertama yang langsung muncul adalah kenapa milihnya nama roda? Ya mungkin karena bentuknya lingkaran, tapi kan donat  bentuknya juga lingkaran? Kenapa gak dinamain donat warna?  Mungkin karena roda itu selalu berputar, kadang diatas kadang dibawah, tidak seperti donat yang tengahnya bolong.

Kami lalu mengetahui, bahwa prinsip utama pada roda warna adalah percampuran, dan yang bikin kami mengangguk-angguk takjub ternyata awalnya warna itu cuma ada tiga, yaitu: Merah, Biru, dan Kuning. Tiga warna ini disebut warna Primer. Lalu warna primer ini ketika dicampur akan menghasilkan warna sekunder. Percampuran warna primer dan sekunder akan menghasilkan warna tersier.

Mungkin dulu begini kejadiannya, pada zaman dahulu kala, hiduplah tiga warna, sebut saja mereka Merah, Biru, dan Kuning. Mereka selalu bersama dalam keadaan apapun. saking seringnya bersama mereka sampai bosan sendiri, setiap melangkah kesana yang dilihat lu lagi lu lagi, melangkah kesini lu lagi lu lagi. Hingga akhirnya, si merah memutuskan, Ayo biru, beri aku sedikit warna mu, aku berikan sedikit warna ku. Lalu munculah Ungu. Mereka girang bukan kepalang mendapatkan teman baru, lalu mereka mulai sibuk mencampur sana-sini, hingga munculah warna-warna baru. Mereka hidup bahagia sampai sekarang. Sekian.

Yah, kurang lebih begitulah prosesnya, hehe.

Kalau digambarkan, maka color wheel akan tampak seperti ini:
Color Wheel dan pembagiannya, Roda Warna

Ada beberapa aturan pewarnaan dengan menggunakan color wheel sebagai acuan yang kami, kamu, kita bisa terapkan, diantaranya:

  • Monochromatic Color
Dari namanya udah kelihatan jelas kan ya, kalau warna monokromatik itu dasarnya cuma satu warna inti dari 12 warna yang ada di color wheel (Mono = satu).
Tapi, bukan berarti cuma satu warna yang digunakan dalam desain, melainkan warna inti tadi menjadi berbagai variasi dengan intesitas gelap-terang yang berbeda-beda. Sederhana namun elegan adalah kata yang tepat untuk warna monokromatik.
Warna Monokromatik pada Desain Grafis

  • Analogous Color 
Analagous Color atau warna analog dalam bahasa indonesia adalah warna yang posisinya bertetangga di roda warna, contohnya warna hijau analog dengan warna kuning, warna kuning analog dengan oranye, dan seterusnya. Warna analog lebih kaya akan kontras dibandingkan warna monokromatik, namun tetap dalam satu harmoni.
Warna Analog pada Desain Grafis

  • Complementary Color
Warna komplementer itu adalah warna yang saling berseberangan dalam roda warna. seperti arti katanya, warna komplementer itu adalah warna yang menjadi pelengkap bagi satu sama lain. Contohnya adalah warna biru dengan oranye.
Penggunaan warna komplementer ini tepat saat memilih satu warna dominan sebagai background dan menjadikan warna komplemenya sebagai aksen pelengkap.
Warna Komplementer pada Desain Grafis

  • Triadic Color
Pada roda warna, warna triadic adalah tiga warna yang posisinya akan membentuk segitiga sama kaki. Ketiga warna ini kaya akan kontras namun tidak sekuat warna komplementer.
Warna Triad ini dicampur akan menghasilkan warna baru. Warna sekunder dan warna tersier adalah salah satu hasil dari percampuran warna triad. Hasil percampuran warna itulah yang akan kita gunakan untuk pewarnaan desain kita.
 Warna Triad pada Desain Grafis


Nah, itulah sedikit hal yang kami ketahui tentang warna, masih sedikit dan butuh banyak belajar lagi, untuk penjelasan lebih jelas akan kami tambahkan jika ilmu kami sudah nambah lagi. hehe
Semangat Belajar ^^


EmoticonEmoticon