Tuesday, January 31, 2017

Tips Menentukan dan Menghafal Font untuk Desain dengan Mudah

Tags
Tips Font

Apa kabar desainmu? Any problem atau ada masalah? *sama ajaa..

Setiap kali saya mendesain pasti ada aja halangannya, apa aja sih? Tentunya banyak dan itu macem-macem, masa mau disebutin satu-satu Hehe..

Sunday, January 29, 2017

UPDATE!!! Techsigntic Baru Saja Meliris Video Tutorial Membuat Flyer dan ID Card!!!

Tags
Kami punya kabar gembira buat kamu semua!!!
Kami baru saja merilis video tutorial buat kamu tentang video tutorial kami mengenai pembuatan flyer dan ID card (vertikal)

Video ini, sesuai judulnya, bisa kamu lihat untuk membantu kamu yang ingin mendapat inspirasi dan panduan dalam membuat flyer dan ID card.

Jadi, bagi kamu yang sedang ada niatan untuk membuat desain flyer, bagi kamu yang sedang kesusahan mencari ide desain untuk ID card, bagi kamu yang sedang gundah gulana kebingungan karena gak tahu cara membuat flyer di CorelDraw, bagi kamu yang sedang gak ada kerjaan bengong gak jelas, dari pada nonton acara gosip, mending nonton video tutorial kita!

Bagi yang mau ngelihat video kita, silahkan kunjungi TechSigntic Channel!!!
Semangat Memahami \^.^/

Saturday, January 28, 2017

Bagaimana Cara Menggunakan Font Awesome untuk DESAIN GRAFIS?

Tags
Font Awesome dan cara penggunaannya pada CorelDraw

Bagaimana Cara Menggunakan Font Awesome untuk DESAIN GRAFIS? - Saat itu kami sedang berada disebuah tempat yang namanya dirahasiakan demi keamanan negara dan bangsa, mari kita sebut saja tempat itu perpustakaan.

Saat sedang berjalan kami melihat sebuah poster yang cukup menarik, jangan tanya apa isinya, kami sudah lupa itu poster tentang apa. Tapi kami masih mengingat dengan jelas desainnya, disalah satu sudut poster, ada logo Facebook, Twitter, dan Instagram.

Lalu entah datang dari mana muncul sesosok tinggi disamping kami, yang mungkin mau baca poster juga, atau cuma sekedar iseng mau ngukur tinggian mana, dia atau papan pengumuman *sumpah ini orang tinggi amat.

Kami gak terpengaruh akan kehadirannya, masih sibuk ngomentarin desain posternya dengan gaya kritikus sejati, tiba-tiba si Mas Tinggi yang baru datang nyeletuk Ini pake font awesome ya? Sambil menunjuk logo Facebook.
Kami menoleh ke arah si Mas Tinggi. Bengong.
Si Mas Tinggi menoleh ke arah kami.
Kami tersenyum.
Si Mas Tinggi tersenyum.
Kami menatap dengan wajah yang berusaha dibuat imut, tapi sepertinya gagal karena si Mas Tinggi malah nyengir kuda dan pergi ninggalin kami.

Tapi sebelum pergi si Mas Tinggi ngeluarin kata-kata Sok bahas desain, font awesome aja gak tau!

Jleb! Sakit. Banget.

Ok, semua yang kamu baca diatas adalah hal fiktif belaka, itu cuma sekedar dramatisasi aja.

Buat yang mungkin pernah mengalami kejadian seperti hal fiktif diatas, kamu sebaiknya baca terus sampai selesai.

Buat yang belum pernah mengalami kejadian seperti hal fiktif diatas, malah kamu harus baca terus sampai selesai, supaya kejadian diatas jangan sampai terjadi dalam hidupmu.

Jadi, Font Awesome itu adalah font dalam bentuk icon vector, Tapi semua ikon adalah font, bukan dalam format png apalagi jpg. Dan tentu saja gratis bebeh.
Biasanya font awesome banyak digunakan oleh orang-orang dalam mendesain blog atau website, tapi gak sedikit juga yang memanfaatkannya untuk mempermanis desain poster, pamflet, atau jenis desain grafis lainnya, bahkan dalam slide presentasi juga bisa kamu gunakan.

Langkah pertama yang bisa kamu lakukan agar bisa menggunakan font awesome dalam desain adalah, kamu harus sudah install FontAwesome.ttf atau FontAwesome.otf di komputer kamu. Jika kamu belum memiliki kedua file tersebut, inilah saat yang tepat untuk membuka website font awesome. Bisa dengan mengetik fontawesome.io di web browser atau search di google.

Saat sudah memasuki website  font awesome, kamu akan melihat tombol download, klik tombol tersebut untuk mengunduh file zip yang berisi FontAwesome.ttf atau FontAwesome.otf.

Cara menggunakan font awesome 1


Setelah tombol Download di klik, akan muncul window pop-up untuk memilih apakah kamu tertarik untuk mendownload Fort Awesome yang memiliki fitur lebih lengkap.*muncul di website font awesome 4.7.0*, Fort Awesome ini berbayar, tapi jika kamu adalah pecinta hal gratisan seperti kami, maka klik tombol yang bertuliskan "No thanks, just download Font Awesome"

Cara menggunakan font awesome 2


Jika sudah didownload, ekstrak file zip, lalu buka folder fonts dan klik file FontAwesome.ttf atau FontAwesome.otf.

Terserah, sesuai keinginan kamu. nanti deh, kita bahas apa perbedaan file font dengan  ekstensi .ttf dengan .otf di kesempatan selanjutnya.

Untuk saat ini kita klik cepat 2 kali FontAwesome.ttf saja, lalu jika muncul window baru, klik install untuk menginstall font awesome nya.

Cara menggunakan font awesome 3


Jika sudah terinstall, kembali ke web browser dan kunjungi halaman fontawesome.io/cheatsheet/
kamu bisa menyimpan halaman ini dengan klik kanan, dan pilih Save Page As, karena setiap kali kamu mau menggunakan ikon di font awesome, kamu harus mengcopy icon nya lalu di paste kan ke lembar kerja desain kamu.

Cara menggunakan font awesome 4


Kita coba dengan memblock icon fa-comments, lalu di copy.  
Oh iya, jika kamu tidak terkoneksi internet saat membuka laman fontawesome.io/cheatsheet yang sudah kamu simpan, maka icon tidak akan muncul, namun digantikan oleh gambar kotak.

Cara menggunakan font awesome 5

Tapi tidak mengapa, kamu tetap bisa mengcopy nya, dan menempelnya ke laman kerja desain mu. Untuk mencari ikon yang kamu inginkan, cukup lihat nama ikon nya. Contohnya tulisan fa-coffee, berarti itu nama untuk ikon yang bergambar secangkir kopi.
Agar tidak sulit mengecek satu per satu, langsung tekan ctrl+F lalu ketik nama ikon yang kamu inginkan.

Nah, untuk kali ini, kami akan menunjukkan cara menggunakan font awesome di CorelDraw. Penggunaan di software untuk desain lainnya akan sama saja.

Pada lembar kerja CorelDraw, klik Text Tool lalu klik kiri pada lembar kerja untuk membuat text artistik.

Selanjutnya klik kanan atau tekan ctrl+V untuk menempel ikon yang kita copy tadi.
Tapi loh tapi, kok yang muncul masih ikon kotak?
Tenang-tenang. Itu hal lumrah kok.

Cara menggunakan font awesome 6


Blok ikon kotaknya, lalu pilih FontAwesome pada font list.
Selamat, kamu sudah berhasil mengunakan ikon FontAwesome di laman kerja desain grafis mu. ^^

Cara menggunakan font awesome 7


Nah, kamu bisa menggunakan ikon apapun di font awesome sesuai dengan kebutuhanmu. Semoga kamu tidak bingung lagi jika ada yang bertanya tentang font awesome ke kamu.
Salam Semangat Hai Pejuang Muda!!!!

Friday, January 27, 2017

Kapan Google I/O 2017 dilaksanakan? Dimana?

Google I/O 2017
Google I/O brings together developers for an immersive experience focused on exploring the next generation of tech - Kalau diterjemahkan ke bahasa yang kita pahami dengan baik dan benar, intinya, Google I/O itu event yang menyatukan para pengembang software untuk eksplorasi secara fokus pada teknologi keluaran google yang terbaru.

Kenapa Google I/O menjadi begitu penting dibahas?
Satu. Penyelenggara adalah Google, yang notabene adalah salah satu perusahaan raksasa dibidang teknologi.
Dua. Google I/O menjadi ajang untuk menampilkan produk baru, software, dan bahkan  project selanjutnya dari Google.
Tiga. Kita udah sangat amat kecanduan dengan teknologi. Jadi apapun yang berbau teknologi pasti kelihatan lezat.

Acara tahunan sejak 2008 ini berisi konfrensi untuk developers yang mengajarkan bagaimana cara terbaik untuk menggunakan berbagai sarana perusahaan dan paket software yang tersedia. Tapi yang menjadi daya tarik utama adalah keynote speech, dimana mungkin untuk tahun 2017 akan menampilkan cuplikan Android versi berikutnya, fitur-fitur canggih dari Google Assistant, dan mungkin membahas kelanjutan dari Smartphone Pixel.

Google I/O 2016 yang lalu


Google I/O akan diadakan di salah satu kota di negeri Paman Sam. 

Kalau mau lebih spesifik, Google I/O akan diselenggarakan di Shoreline Amphitheatre, Mountain View, California pada 17 – 19 Mei 2017.

Pada tahun-tahun sebelumnya, Google memberikan programming challenge dan kuis yang berhadiah tiket masuk Google I/O.

Namun, tidak seperti biasanya, tahun ini  Google meninggalkan kesan kepada seluruh dunia dengan memberikan teka-teki yang akan menunjukkan tempat serta jadwal pelaksanaan Google I/O sehingga siapapun bisa memiliki kesempatan untuk memecahkan teka-teki tersebut.

Petunjuk pertama di posting pada halaman Google Plus milik Google Developers yang menampilkan sebuah kotak seperti papan catur ukuran 4 x 4.  Postingan itu juga memberikan link menuju halaman misterius.

Puzzle Google I/O 2017


Pada halaman ini, jika kita click “GO” maka akan langsung mengantarkan kita menuju salah satu repositori GitHub dengan seperangkat kode koordinat yang ternyata merujuk pada lokasi hutan Brazil. 

Petunjuk  selanjutnya, yaitu sebuah vidoe YouTube dengan keterangan menuju link lainnya yang mengantar kita pada koordinat lagi.

Total ada 5 puzzle yang harus dipecahkan. Nama negara yang menjadi lokasi koordinat itu disusun di papan catur yang sebelumnya kita lihat di Google Plus milik Google Developers, lalu lakukan kalkulasi akhir. Jawabannya akan langsung merujuk pada lokasi event Google I/O. Masukkan jawaban pada laman savethedate.foo  dan akan muncul  gambar yang menunjukkan tanggal pelaksanaanya.


Puzzle Google I/O 2017

Terus terang hal-hal yang akan dibahas pada Google I/O nanti masih berupa misteri, karena website resmi Google I/O sampai saat artikel ini ditulis) masih belum memberi keterangan tambahan.
Google I/O 2017


Kemungkinan tiket akan mulai dijual pada bulan Maret, untuk harga tiket tahun 2016 lalu, sekitar $900 untuk umum dan $300 untuk pelajar dan mahasiswa.

Karena tiket yang mahal dan lokasi yang jauuh dari Indonesia, sejak 2 tahun terakhir ini Google Developer Group (GDG) mengadakan Google I/O Extended, yaitu kegiatan nonton bareng keynote Google I/O. 

Walaupun keynote Google I/O bisa disaksikan sendirian lewat streaming di YouTube, gak ada salahnya juga sih, gabung rame-rame nonton bareng GDG, selain bisa ketemu orang-orang yang sehobi, juga bisa jadi ajang tukar pikiran yang positif dan asik. Mudah-mudahan tahun ini Google I/O extended akan diadakan lagi oleh GDG.

Saturday, January 21, 2017

Tutorial Fungsi Shaping pada CorelDraw X7

Tags
Fungsi Shaping CorelDraw

Tutorial Fungsi Shaping pada CorelDraw X7 - Halo sahabat TechSigntic, apa kabarnya? Semoga baik-baik saja yah. kali ini kami akan membahas tentang fungsi shaping, apa saja jenis-jenis shaping yang ada pada CorelDraw X7, dan bagaimana pengunaannya.  Kuy, langsung saja kita cuusss bahas penjelasannya :D


Untuk menggunakan fungsi dari shaping ada 2 cara gaes, kita bahas yang pertama dulu yaaa..
Cara Pertama
Pilih menu Object -> Klik Shaping -> Klik Shaping. Nanti akan muncul kotak dialog pengaturan shaping pada sidebar kanan.
Jika kalian ingin memakai cara ini, maka kita harus menyeleksi 1 objek terlebih dahulu baru ke objek lain.

Shaping CorelDraw


Cara Kedua
Klik salah satu objek lalu tekan shift + klik ke objek lainnya. Kemudian dibagian Property Bar akan muncul gambar seperti dibawah ini.
Jika kalian ingin memakai cara ini, maka kita bisa menyeleksi secara bersamaan.

Shaping CorelDraw

Terserah kalian ingin memakai cara yang mana, senyamannya aja, biasanya yang nyaman bikin semangat *lho malah baper haha.. lanjuutt..
Nih saya kasih contoh 2 persegi yang bersinggungan. Disini kita memakai cara yang kedua ya gaes *biar cepet hehe..

Dibawah ini adalah contoh 2 objek yang akan jadi contoh:

Shaping CorelDraw


1. Weld
Fungsinya yaitu untuk menggabungkan 2 objek sekalipun berbeda bentuk. Untuk implementasi diatas bisa kalian klik salah satu objek, misal saja kita klik yang kuning lalu tekan shift + klik yang merah atau klik yang merah terlebih dahulu baru kemudian yang kuning. Kemudian kita pilih Weld. Untuk catatan saja, warna objek yang terakhir di klik akan mendominasi atau memberi warna keseluruhan.

Shaping CorelDraw




2. Trim
Fungsinya yaitu untuk memotong bagian objek dengan menggunakan bentuk objek lain. Untuk implementasinya bisa klik salah satu objek lalu tekan shift + klik objek lain. Kemudian kita pilih Trim. Untuk catatan saja, objek yang terakhir di klik akan terpotong bagiannya.

Shaping CorelDraw




3. Intersect
Fungsinya yaitu untuk membuat hasil irisan 2 objek yang bersinggungan. Untuk implementasinya bisa klik salah satu objek lalu tekan shift + klik objek lain. Kemudian kita pilih Intersect. Untuk catatan saja, objek yang terakhir di klik akan menghasilkan warna irisan yang sama dengan objek tersebut.

Shaping CorelDraw




4. Simplify
Fungsinya hampir sama dengan Trim, objek yang paling depan atau berada diatas objek lain akan memotong bagian objek yang berada dibawah atau dibelakang.

Shaping CorelDraw


5. Front Minus Back
Memotong objek yang berada diatas dan menghilangkan objek yang berada dibawah.

Shaping CorelDraw




6. Back Minus Front
Memotong objek yang berada dibawah dan menghilangkan objek yang berada diatas.

Shaping CorelDraw


7. Create Boundary
Untuk menggabungkan dua bentuk objek dan menghasilkan outline dari gabungan kedua objek tersebut tanpa warna didalamnya.

Shaping CorelDraw



Begitulah cara pengunaan shaping yang ada di CorelDraw, semoga penjelasan kami bisa menambah pemahaman teman-teman semua,  jika  tutorial ini dirasa bermanfaat bisa dishare agar yang lain juga bisa mampir kesini, hehe. 

 Terima kasih sudah berkunjung. Ditunggu tutorial lainnya yah ^^ paipai..

Monday, January 16, 2017

Tutorial Export File CorelDraw X7 ke JPG dan PNG

Tags

Tutorial Export File CorelDraw ke JPG dan PNG - Sudah mengenal tool-tool yang ada di CorelDraw, akan lebih klop lagi kalau kita juga tahu cara menyimpan hasil desain yang sudah dibuat kedalam format yang lain. Kan gak lucu, kita udah penat lelah nge-desain tapi gak tau cara menyimpan hasil desain kedalam format JPG/PNG.

Maka dari itu, kali ini kita akan membahas caranya meng-export file CorelDraw kedalam bentuk file JPG dan PNG.

Untuk perintah Export sendiri berada di menu bar khususnya menu file yang sudah kita bahas di Tool-tool pada Menu Bar.

Bagi yang masih awam tentunya masih asing dengan cara export file.. Biar gak asing lagi, yuk langsung kenalan ^^

1. Buka file desain CorelDraw yang siap untuk di export. Kita ambil contoh logo. Sebelumnya kita seleksi terlebih dahulu objeknya.

Misalkan hanya 1 objek/desain di dalam lembar kerja maka tekan ctrl+a untuk menyeleksi semua.

Tapi jika didalam lembar kerja ada banyak objek/desain disarankan untuk menyeleksi objek yang diinginkan dengan drag dibagian yang kosong seperti contoh dibawah ini.




2. Untuk cara cepatnya bisa tekan ctrl+E, selain itu bisa klik file pada menu bar yang terletak pada bagian kiri atas, kemudian klik Export.





3. Lalu akan tampil dialog window seperti gambar dibawah, pertama pilih direktori/folder yang diinginkan untuk menyimpan file.



a. File name, beri nama file sesuai yang kita inginkan.
b. Save as type, kita klik menu dropdown dan pilih JPG – JPEG Bitmaps untuk menyimpan hasil desain ke dalam format JPG




c. Centang Selected Only jika pada lembar kerja kita banyak objek dan yang ingin disimpan hanya bagian tertentu saja. Jangan lupa untuk sebelumnya menyeleksi (drag) hasil desain yang ingin disimpan)
d. Jangan centang Do not show filter dialog karna nantinya kita ingin mengaturnya sesuai keinginan.

Jika sudah klik tombol Export. Kemudian akan muncul window berikut:




Keterangan:

Settings
a. Color Mode, untuk mengubah warna gambar menjadi:
Grayscale (abu-abu),
RGB (Red Green Blue) untuk menampilkan visual pada peralatan elektronik,
CMYK (Cyan Magenta Yellow Black) untuk digunakan percetakan.
b. Quality, terdapat Highest (paling tinggi), High (tinggi), Medium (sedang), Low (rendah), Lowest (paling rendah). Untuk berapa persennya sesuai kebutuhan.
c. Sub-format, terdapat 2 yaitu Standard dan Opsional. Untuk yang Standard hasilnya tidak rendah maupun juga tidak tinggi, sedangkan yang Opsional hasilnya tinggi/bagus. Sebelah kanan untuk mengatur blur sesuai kebutuhan.

Advanced
a. Anti-aliased, untuk membuat gambar lebih halus.
b. Progressive, biasanya untuk gambar GIF.
c. Optimize, untuk mengubah dan memilih metode pengkodean optimal.

Transformation
a. Units, untuk menentukan satuan ukuran (mm, m, pixel, inch, cm, dll)
b. Width, untuk menentukan lebar gambar.
c. Height, untuk menentukan tinggi gambar.
d. Resolution, untuk mengubah tingkat kualitas dari gambar yang di export. Lebih besar angkanya lebih bagus.
e. Maintain aspect ratio, menetapkan aspek rasio dari gambar.
f. Maintain size, menetapkan ukuran asli pada lembar kerja CorelDraw.

Untuk Export ke PNG sama langkah-langkahnya hanya saja di bagian save as type diganti PNG – Portable Network Graphics.
Kemudian untuk tampilan filter dialognya berbeda, berikut gambar dan penjelasannya.




Yang paling utama perbedaannya antara JPG dan PNG adalah dibagian Transparency.
Fungsinya untuk membuang warna putih didalam objek yang sebenarnya tidak termasuk ke dalam desain. Jadi untuk membuat background gambar jadi transparan.

Untuk itu, tetap centang bagian Transparency.

Jika sudah diatur semua maka klik OK dan lihat hasilnya di direktori/folder yang anda tentukan sebelumnya.
NB: Untuk ukuran, JPG lebih besar daripada PNG.

Gimana teman-teman? Mudah kan? Hehe jika dirasa tutorial ini membantu bisa di share yaa, terimakasih sudah mampir ^_^

Friday, January 13, 2017

Pengenalan Dasar CorelDraw! Tool-tool pada Status Bar


Tool-tool pada Status Bar - Hai teman-teman, TechSigntic mau membahas sedikit penjelasan tentang Status Bar pada CorelDraw X7. Sebelum postingan ini kami sudah membahas tentang Tool-tool pada Menu Bar, Standard BarProperty Bar dan Zoom Bar. Simak yaa walaupun sedikit ^^

Status Bar

Status Bar


1. Cursor Position
Status Bar

Untuk menampilkan letak posisi/koordinat (X,Y) dari kursor. Kemudian fungsi dari segitiga (sebelah kanan koordinat) yaitu menampilkan object details, color information, information about selected tool.


2. Fill Color
Status Bar

a. Proof Color, untuk menerapkan/mematikan bukti warna.
b. Edit Fill, untuk memberi warna pada suatu objek.
c. Status Fill Color, untuk menampilkan informasi warna yang dipilih. Contoh : R:200 G:120 B:0 (#E26630).


3. Outline Color
Status Bar

a. Outline Pen, untuk mengatur ketebalan, style, warna dan lain-lain.
b. Status Outline Color, untuk menampilkan informasi warna yang dipilih. Secara default akan tampil seperti pada gambar diatas.

Demikian penjelasan tentang Pengenalan Dasar CorelDraw yang membahas Status Bar. Terimakasih sudah berkunjung dan semoga yang sedikit ini bermanfaat yaa ^^ paipai..

Wednesday, January 11, 2017

Isi Baterai Smartphone Tanpa Listrik, Mau? - VAGA HandEnergy

Tags
Isi Baterai Smartphone Tanpa Listrik, Mau? - VAGA HandEnergy - Apakah anda adalah gadget-holic yang sering, teramat sering bahkan, kehabisan baterai smartphone ditengah rutinitas anda sebagai “Generasi Z” yang selalu update dan eksis? Tenang, kami punya solusi untuk anda. Powerbank. Yah! Selamat! Solusi anda terpecahkan! Anda boleh meninggalkan halaman blog ini :D

Tapi,

Apakah anda adalah gadget-holic yang sering, teramat sering bahkan, kehabisan baterai smartphone ditengah rutinitas anda sebagai “Generasi Z” yang selalu update dan eksis? Namun anda adalah tipe pelupa;  yang bahkan mengisi daya smartphone saja tidak ingat apalagi untuk mengisi daya powerbank. Tenang, kami punya solusi untuk anda. Lempar saja smartphone anda biar ramai, biar mengaduh sampai gaduh. 

Tapi jika anda merasa solusi itu kurang pas, karena berbagai alasan seperti anda terlalu sayang dengan smartphone itu, atau anda merasa banyak kenangan tak terlupakan bersama si smartphone, atau hanya karena alasan sepele seperti “Gue gak punya uang b*go! Lo pikir gampang beli smartphone baru?

Tenang, kami tetap punya solusi untuk anda. Michael Vaga, seorang remaja asal Irlandia tengah mengembangkan VAGA HandEnergy, yaitu generator listrik pribadi yang bisa dikatakan adalah sebuah sumber energi yang tak akan pernah habis selagi anda masih bisa menggoyang generator itu.

 Vaga HandEnergy, your endless electricity generator


Ya, sumber energi VAGA adalah goyangan, anda dapat mengisi baterai smartphone dengan memutar tangan sambil memegang perangkat VAGA HandEnergy tersebut. Setiap putaran tangan anda menghasilkan energi mekanik yang akan dirubah menjadi energi listrik. 


Vaga HandEnergy, your endless electricity generator
photo: www.kickstarter.com/projects/handenergy/


Pada HandEnergy terdapat dua sumbu rotor giroskop yang ditaruh pada slot sirkular.  Saat memutar HandEnergy sumbu giroskop akan aktif dan mulai berputar dengan cepat. Magnet yang diatur sedemikian rupa ditengah rotor akan berinteraksi dengan induktor. Interaksi itu menghasilkan cukup energi untuk mengisi daya sebuah perangkat mobile 

Cara kerja HandEnergy sama seperti powerbank. Anda bisa menyimpan energi listrik dan menggunakannya ketika memang dibutuhkan. Hal yang berbeda adalah sumber energi dihasilkan dari gerakan tangan anda, bukan dari sumber listrik konvensional.


HandEnergy dibentuk seperti buah apel agar pas didalam genggaman dan bisa dibawa kemana saja. Desain cover nya pun beragam dan sangat stylish.


Vaga HandEnergy, your endless electricity generator
photo: www.kickstarter.com/projects/handenergy/


Jadi, anda tidak perlu kebingungan galau, apalagi sampai merasa dunia ini sudah berakhir jika baterai smartphone anda habis. Cukup keluarkan VAGA HandEnergy dari tas anda, pasang kabel pengalir daya (also known as kabel data) di port VAGA HandEnergy dan Smartphone, lalu putar VAGA HandEnergy dalam genggaman anda. Selamat, Anda sudah berhasil mengisi daya smartphone dimanapun kapanpun tanpa harus mencari socket listrik.


Vaga HandEnergy, your endless electricity generator
photo: www.kickstarter.com/projects/handenergy/


Rencananya, VAGA HandEnergy akan diluncurkan Maret 2017 nanti dengan prakiraan harga yang jika dirupiahkan mencapai angka 1,4 juta. Wow, lumayan mahal ya. 

Info tambahan, VAGA HandEnergy saat ini merupakan proyek indie yang menggalang dana di Kickstarter, jika dana sudah melebihi $800,000 tim yang diprakarsai oleh Michael Vaga ini akan memulai langkah sosial penyediaan listrik bagi komunitas yang sampai saat ini masih belum terakses oleh listrik. Kita yang hanya kehabisan baterai smartphone saja rasanya seperti dunia ini telah berakhir, apalagi masyarakat yang memang sulit mendapatkan akses listrik.

Jika ingin melihat info mengenai VAGA HandEnergy secara lengkap, anda bisa kunjungi halaman Kickstarter mereka di https://www.kickstarter.com/projects/handenergy



Tuesday, January 10, 2017

Pengenalan Dasar CorelDraw! Tool-tool pada Menu Bar


Tool-tool pada Menu Bar - Halo teman-teman, pada kesempatan kali ini TechSigntic masih membahas pengenalan dasar pada CorelDraw X7. Sebelum postingan ini kami sudah membahas tentang Tool-tool pada Standard BarProperty Bar dan Zoom Bar. Pada postingan kali ini TechSigntic akan membahas tool-tool yang ada pada Menu Bar. Simak yaa karna panjang penjelasannya ^^ hehe


Menu Bar

Menu Bar


File


  1. New, untuk membuat lembar kerja baru.
  2. New from Template, untuk membuat lembar kerja baru dari file template (desain yang sudah ada .cdt).
  3. Open, untuk membuka lembar kerja.
  4. Open Recent, untuk membuka lembar kerja terakhir diakses/dibuat.
  5. Close, untuk menutup lembar kerja yang aktif.
  6. Close All, untuk menutup semua lembar kerja baik aktif maupun tidak.
  7. Save, untuk menyimpan lembar kerja.
  8. Save As, untuk menyimpan lembar kerja dengan nama baru.
  9. Save as Template, untuk menyimpan lembar kerja sebagai template.
  10. Revert, untuk mengembalikan dokumen ke versi terbaru yang disimpan.
  11. Acquire Image, untuk mengambil gambar dari scanner.
  12. Search Content, menggunakan koneksi Corel untuk mencari clipart, foto dan font.
  13. Import, untuk memasukkan objek ke dalam lembar kerja.
  14. Export, untuk mengirim hasil lembar kerja ke file lain (berbeda ekstensi).
  15. Export for, untuk mengirim hasil lembar kerja ke file lain (Office/Web/HTML).
  16. Send To, untuk mengirimkan hasil lembar kerja ke desktop, mail, fax dan lain-lain.
  17. Publish to PDF, untuk mengubah lembar kerja CorelDraw ke file PDF.
  18. Publish Page to ConceptShare, untuk mengupload dokumen ke situs ConceptShare.
  19. Print, untuk mencetak lembar kerja.
  20. Print Merge, untuk mencetak 1 dokumen dengan banyak nama.
  21. Print Preview, untuk melihat hasil lembar kerja sebelum di cetak.
  22. Collect For Output, untuk menyimpan desain dalam satu folder yang berisi, jenis font, warna profile, file CDR, file PDF dan informasi file dalam format TXT yang bisa dibuka dengan notepad.
  23. Document Properties, untuk melihat keterangan dari file/objek yang sedang kita buka.
  24. Exit, untuk menutup aplikasi CorelDraw.


Edit


  1. Undo, untuk mengembalikan kondisi sebelumnya.
  2. Redo, untuk menuju ke kondisi berikutnya.
  3. Repeat, untuk mengulangi langkah terakhir yang dilakukan.
  4. Cut, untuk memotong objek.
  5. Copy, untuk menyalin objek.
  6. Paste, untuk menempel hasil salinan objek.
  7. Paste Special, untuk menempel hasil salinan dari program lain dengan alternatif tertentu.
  8. Delete, untuk menghapus objek.
  9. Duplicate, untuk menggandakan objek.
  10. Clone, fungsinya hampir sama dengan duplicate, jika objek asli kita beri warna maka hasil clone-nya akan mengikutinya.
  11. Copy Properties from, untuk menyalin objek dari outline pen, outline color, atau Fill.
  12. Step and Repeat, untuk menggandakan objek dengan mengatur jarak antar objek, jumlah objek yang akan kita gandakan, dan dapat mengatur horizontal dan vertikal objek.
  13. Select All, untuk menyeleksi semua objek/text/guidlines.
  14. Find and Replace, untuk menemukan dan mengganti objek.


View


  1. Simple Wireframe, untuk menampilkan garis objeknya saja secara simpel.
  2. Wireframe, untuk menampilkan garis objeknya saja dengan lebih kompleks.
  3. Draft, untuk menampilkan objek/gambar dalam resolusi rendah, menampilkan tekstur dan pola.
  4. Normal, untuk menampilkan objek/gambar dalam bentuk normal.
  5. Enhanced, untuk menampilkan objek/gambar dengan resolusi tinggi dan halus.
  6. Pixels, untuk menampilkan objek/gambar tetapi tampak pixel/kotak-kotak jika diperbesar.
  7. Simulate Overprints, untuk fungsinya belum begitu tahu tetapi objek/gambar berubah agak gelap dari aslinya.
  8. Rasterize Complex Effects, untuk memberikan efek kompleks yang akan dijadikan pixel.
  9. Proof Colors, untuk menampilkan bukti warna.
  10. Full-screen Preview, untuk menampilkan lembar kerja saja. Tekan F9 untuk full screen dan tekan Esc/F9 untuk keluar dari full screen.
  11. Preview Selected Only, untuk menampilkan objek yang diseleksi saja. Tekan F9 untuk preview selected dan tekan Esc/F9 untuk keluar dari full screen.
  12. Page Sorter View, untuk menampilkan semua halaman kerja secara urut.
  13. View Manager, fungsinya sama seperti zoom bar, tetapi view manager hanya menampilkan zoom in/out, zoom to selected, dan zoom to all objects.
  14. Page, untuk menampilkan/menyembunyikan page border, bleed, dan printable area.
  15. Grid, untuk menampilkan/menyembunyikan kotak-kotak bantu.
  16. Rulers, untuk menampilkan/menyembunyikan penggaris.
  17. Guidelines, untuk menampilkan/menyembunyikan garis-garis bantu.
  18. Alignment Guides, untuk menampilkan garis bantu menyesuaikan letak.
  19. Dynamic Guides, untuk menampilkan garis bantu secara dinamis.
  20. Snap To, untuk merekatkan beberapa objek dengan akurat.
Menu Bar


Layout


  1. Insert Page, untuk menyisipkan halaman baru.
  2. Duplicate Page, untuk menggandakan halaman.
  3. Rename Page, untuk mengubah nama halaman.
  4. Delete Page, untuk menghapus suatu halaman.
  5. Go to Page, untuk berpindah dari halaman yang satu ke halaman yang diinginkan.
  6. Insert Page Number, untuk menyisipkan nomer halaman.
  7. Page Number Settings, untuk mengatur nomer halaman.
  8. Switch Page Orientation, untuk mengubah orientasi halaman dari portrait ke landscape maupun sebaliknya.
  9. Page Setup, untuk mengatur ukuran dan orientasi halaman.
  10. Page Background, untuk mengatur background pada halaman baik mengganti warna maupun gambar bitmap.
  11. Page Layout, untuk mengatur tata letak dari suatu halaman.


Object


  1. Insert Barcode, untuk menyisipkan barcode. Nanti akan muncul Barcode Wizard, disitu bisa mengatur angka dan jenis barcode yang kita inginkan.
  2. Insert QR Code, untuk menyisipkan kode Quick Response yang artinya menyampaikan informasi dengan cepat serta mendapatkan respons yang cepat.
  3. Validate Barcode, untuk mengecek apakah benar barcode itu valid.
  4. Insert New Object, untuk menyisipkan objek baru dari program lain.
  5. Links, untuk menyambungkan ke internet.
  6. Symbol, untuk menambahkan/menyisipkan simbol.
  7. PowerClip, untuk memasukkan objek ke dalam frame. Contohnya seperti foto yang dimasukan ke dalam objek lingkaran.
  8. Transformations, untuk mengubah objek baik posisi, rotasi, skala, ukuran maupun kemiringan.
  9. Align and Distribute, untuk menentukan objek ke atas, bawah, kanan, kiri, dan tengah.
  10. Order, untuk menentukan objek ke bagian depan halaman, layer, objek lainnya.
  11. Combine, untuk menggabungkan beberapa objek yang masih berupa curve dan menampilkan perpotongan antar objek.
  12. Break Apart, untuk memisahkan beberapa objek yang sudah di combine.
  13. Group, untuk menggabungkan beberapa objek.
  14. Lock, untuk mengunci objek agar tidak bisa di ubah baik posisi maupun bentuk.
  15. Shaping, untuk memotong, menggabungkan, membuat bagian tertentu beberapa objek sesuai fungsinya.
  16. Convert to Curves, untuk mengubah objek ke bentuk kurva.
  17. Convert Outline to Object, untuk mengubah garis ke objek.
  18. Join Curves, untuk menggabungkan beberapa kurva.
  19. Overprint Fill, untuk mengaplikasikan overprint (teknik ini overlay satu warna ke yang lain) secara isi/fill pada objek.
  20. Overprint Outline, untuk mengaplikasikan overprint (teknik ini overlay satu warna ke yang lain) secara garis/outline pada objek.
  21. Overprint Bitmap, untuk mengaplikasikan overprint (teknik ini overlay satu warna ke yang lain) secara gambar bitmap pada objek.
  22. Object Hinting, untuk menajamkan gambar yang teratur.
  23. Object Properties, untuk menampilkan/menyembunyikan pengaturan objek pada sidebar.
  24. Object Manager, untuk menampilkan/menyembunyikan object manager. Biasanya digunakan untuk desain yang memungkinkan membutuhkan banyak layer agar mudah untuk mengaturnya.


Effects


  1. Adjust, untuk mengatur objek/gambar baik brightness, intensitas, hue, saturation dan lain sebagainya.
  2. Transform, untuk membalikan warna objek/gambar dan mengubah ke dalam mode poster.
  3. Correction, untuk mengoreksi hasil efek debu dan goresan.
  4. Artistic Media, untuk membuat tulisan artistik.
  5. Blend, untuk menampilkan/menyembunyikan pengaturan efek blend.
  6. Contour, untuk menampilkan/menyembunyikan pengaturan efek contour.
  7. Envelope, untuk menampilkan/menyembunyikan pengaturan efek envelope.
  8. Extrude, untuk menampilkan/menyembunyikan pengaturan efek extrude.
  9. Bevel, untuk menampilkan/menyembunyikan pengaturan efek bevel.
  10. Lens, untuk menampilkan/menyembunyikan pengaturan efek lensa.
  11. Add Perspective, untuk membuat perspektif objek.
  12. Clear Effect, untuk menghapus efek.
  13. Copy Effect, untuk menyalin efek.
  14. Clone Effect, untuk menggandakan efek dari objek asli ke objek yang diberi efek.
  15. Rollover, untuk merubah warna atau bentuk jika disorot mouse.


Bitmaps


  1. Convert to Bitmap, untuk mengubah gambar/objek ke bentuk bitmap.
  2. Auto Adjust, untuk mengatur warna dan kontrasnya gambar secara otomatis.
  3. Image Adjustment Lab, untuk mengatur warna, kontras, kecerahan dan lain-lain pada gambar/objek.
  4. Straighten Image, untuk mengatur distorsi lensa, rotasi, crop, dan grid pada gambar/objek.
  5. Edit Bitmap, untuk mengubah gambar.
  6. Crop Bitmap, untuk memotong gambar.
  7. Resample, untuk mengubah ukuran dan resolusi pada gambar.
  8. Mode, untuk mengubah warna gambar, dari yang terkecil 1-bit hingga 32-bit.
  9. Inflate Bitmap, untuk mengubah ukuran pixel pada gambar. Ada yang otomatis dan ada juga yang manual pengaturannya.
  10. Bitmap Color Mask, untuk memberi kombinasi warna pada gambar bitmap.
  11. Break Link, untuk memisahkan alamat/link dari internet. Untuk implementasinya kurang begitu memahami.
  12. Update from Link, untuk memperbarui alamat/link dari internet. Untuk implementasinya kurang begitu memahami.
  13. Quick Trace, untuk melakukan tracing/menjiplak objek bitmap atau objek foto secara cepat.
  14. Centerline Trace, untuk melakukan tracing/menjiplak objek bitmap dan menghasilkan garis-garis.
  15. Outline Trace, untuk melakukan tracing/menjiplak objek bitmap dengan Line Art, Logo, Detailed Logo, Clipart, Low Quality Image, dan High Quality Image.
  16. 3D Effects, untuk membuat efek kesan 3D gambar.
  17. Art Strokes, untuk membuat gambar terlihat hasil goresan.
  18. Blur, untuk membuat gambar terlihat kabur.
  19. Camera, untuk membuat gambar seperti efek kamera.
  20. Color Transform, untuk mengubah warna gambar.
  21. Contour, untuk membuat garis-garis/edge pada gambar.
  22. Creative, untuk memberikan efek-efek kreatif pada gambar.
  23. Custom, untuk memberikan efek-efek seperti brush, color, size, angle, transparency, bump map, surface, dan lighting.
  24. Distort, untuk memberikan modifikasi dalam bentuk penyimpangan pada objek.
  25. Noise, untuk memberikan modifikasi dalam bentuk efek pecah pada gambar.
  26. Sharpen, untuk mengatur ketajaman gambar.
  27. Texture, untuk membuat tekstur pada gambar.
  28. Plug-Ins, untuk memberikan efek dengan menyambungkan ke internet.


Text


  1. Text Properties, untuk menampilkan/menyembunyikan pengaturan teks pada sidebar.
  2. Tabs, untuk membuat format tabs.
  3. Columns, untuk membuat kolom.
  4. Bullet, untuk membuat tanda bullet (titik hitam)
  5. Drop Cap, untuk membuat huruf pada awal kalimat menjadi kapital.
  6. Font Playground, untuk mengumpulkan banyak jenis font dan membandingkan mana yang cocok untuk kita pakai didalam desain yang kita buat.
  7. Edit Text, untuk mengubah, menambahkan, atau menghapus teks.
  8. Insert Character, untuk menyisipkan karakter.
  9. Insert Formatting Code, untuk menyisipkan format kode
  10. Convert, ada dua yaitu Convert To Paragraph Text (Mengubah teks ke bentuk paragraf) dan Convert To Artistic Text (Mengubah teks ke bentuk artistik/non paragraf).
  11. Show Non-Printing Characters, untuk menampilkan karakter non cetak.
  12. Paragraph Text Frame, untuk menentukan kolom dalam sebuah frame teks.
  13. Fit Text to Path, untuk membuat teks melengkung mengikuti garis atau lingkatan.
  14. Straighten Text, untuk komponen teks. Untuk implementasi lebih jelasnya kurang begitu paham.
  15. Align to Baseline, untuk mengembalikan huruf pada dasar baris huruf normal.
  16. Align to Baseline Grid, untuk mengembalikan huruf normal pada dasar baris pada kotak-kotak/grid.
  17. Use Hyphenation, untuk menentukan panjang kata minimal, karakter minimal (setelah/sebelum), dan jarak dari garis tepi.
  18. Hyphenation Settings, untuk mengatur/menentukan panjang kata minimal, karakter minimal (setelah/sebelum), dan jarak dari garis tepi secara manual.
  19. Writing Tools, untuk mengeja, mengoreksi, grammatic kata/teks.
  20. Change Case, untuk mengubah teks (Sentence case, lowercase, UPPERCASE, Title Case, tOGGLE cASE). Masing-masing hanya berbeda letak huruf kapitalnya.
  21. Make text Web-compatible, untuk membuat teks kompatibel dengan web.
  22. Encode, untuk menulis sandi.
  23. WhatTheFont?!, untuk membuka font dari web CorelDraw dengan menghubungkan internet.
  24. Text Statistics, untuk melihat keterangan dari teks yang kita seleksi.
  25. Font List Options, untuk mengatur daftar font secara manual.


Table


  1. Create New Table, untuk membuat tabel baru.
  2. Convert Text to Table, untuk mengubah teks ke tabel.
  3. Convert Table Text, untuk mengubah tabel ke teks.
  4. Insert, untuk menyisipkan baris dan kolom.
  5. Select, untuk memilih cell, baris, kolom, tabel.
  6. Delete, untuk menghapus baris, kolom, dan tabel.
  7. Distribute, untuk meratakan baris dan kolom pada tabel.
  8. Merge Cells, untuk menggabungkan 2 kolom atau lebih menjadi 1.
  9. Split into Rows, untuk memecah/memisahkan sel menjadi beberapa baris.
  10. Split into Columns, untuk memecah/memisahkan sel menjadi beberapa kolom.
  11. Unmerge Cells, untuk membatalkan fungsi dari merge cells.


Tools


  1. Options, untuk menampilkan pengaturan workspace, document, dan global.
  2. Costumization, untuk menampilkan pengaturan untuk merubah Command Bars, Commands, dan Color Palette.
  3. Save Settings as Default, untuk menyimpan pengaturan sebagai default.
  4. Color Management, untuk mengatur warna yang akan digunakan.
  5. Create, untuk membuat pattern fill, arrowhead, dan karakter.
  6. Macros, untuk paket yang memungkinkan macro didistribusikan secara luas kepada pengguna CorelDraw baik untuk komersil maupun untuk berbagi.


Window


  1. New Window, untuk membuat jendela baru.
  2. Refresh Window, untuk menyegarkan/memuat kembali jendela.
  3. Close Window, untuk menutup jendela yang aktif.
  4. Close All, untuk semua jendela baik yang aktif maupun tidak.
  5. Cascade, untuk menampilkan semua jendela secara bertumpuk.
  6. Tile Horizontally, untuk menampilkan semua jendela secara horizontal.
  7. Tile Vertically, untuk menampilkan semua jendela secara vertikal.
  8. Combine Windows, untuk menggabungkan beberapa jendela yang terpisah.
  9. Dock Window, untuk mengembalikan jendela agar menempel pada dock.
  10. Workspace, untuk mengubah tampilan halaman kerja.
  11. Dockers, untuk menampilkan/menyembunyikan beberapa dockers yang diinginkan.
  12. Toolbars, untuk menampilkan/menyembunyikan beberapa toolbar yang diinginkan.
  13. Color Palette, untuk menampilkan/menyembunyikan beberapa palet warna.
  14. Untitled-1, adalah nama lembar kerja yang ada pada CorelDraw.


Help


  1. Product Help, untuk membantu kalian yang bingung dengan isi yang terdapat pada CorelDraw.
  2. Welcome Screen, untuk menampilkan halaman selamat datang yang berisi beberapa penjelasan mengenai CorelDraw.
  3. Video Tutorials, untuk menampilkan panduan/tutorial berupa video.
  4. Hints, untuk menampilkan bantuan fungsi-fungsi tool.
  5. Quick Start Guide, untuk memulai panduan secara cepat.
  6. Insights from the Experts, untuk menampilkan tutorial-tutorial berupa PDF. 
  7. What’s New?, untuk memberikan informasi tentang fasilitas terbaru dari CorelDraw.
  8. Highlight What’s New, untuk memberi sorotan/highlight pada sesuatu yang baru/ada dari versi sebelumnya.
  9. Updates, untuk memperbarui versi CorelDraw yang digunakan ke versi yang terbaru.
  10. CoreDRAW.com, untuk memperkenalkan komunitas CorelDraw.com dan terdapat link yang dapat dikunjungi.
  11. Corel Support, untuk membantu kalian yang bingung dengan isi yang terdapat pada CorelDraw.
  12. About CorelDRAW Membership, untuk menampilkan deskripsi membership, dari cara menjadi member/anggota yang terdapat 2 jenis yaitu Standard dan Premium Membership.
  13. Account Settings, untuk membuat akun baru maupun membuka akun yang sudah dimiliki.
  14. Sign In, untuk membuat akun baru maupun membuka akun yang sudah dimiliki.
  15. About CorelDRAW, untuk menampilkan informasi tentang CorelDraw.

Demikian penjelasan tentang Pengenalan Dasar CorelDraw yang membahas Tool-tool pada Menu Bar. Terimakasih sudah berkunjung dan semoga bermanfaat yaa ^^ hehe