Saturday, June 17, 2017

UI dan UX, Apakah Sama?

Tags


UI dan UX, Apakah Sama?
- Kira-kira teman-teman asing tidak dengan kata ‘UI dan UX’? Jika iya berarti teman-teman masih awam atau masih belajar tentang dunia web atau aplikasi mobile. Berbeda jika bagi yang sudah sering berkutat dengan web dan aplikasi mobile, pastinya tahu dan harus tahu apa itu UI dan UX.

Banyak orang yang sulit membedakan antara kedua hal tersebut, kadang sering terbolak-balik  mengartikannya. Bahkan beberapa beranggapan bahwa antara UI dan UX itu sama. Padahal sebenarnya sangat berbeda jauh, mari kita simak ^.^

Pengertian UI

UI kepanjangan dari User Interface yang dapat diartikan sebagai Antarmuka Pengguna. Sesuai dengan namanya, UI adalah perpaduan antara desain grafis, ikon-ikon, dan desain visual yang dibuat sedemikian rupa agar selaras. UI mencakup tampilan, penggunaan warna, layout objek, dan bentuk ikon agar menarik pengguna aplikasi mobile maupun web.

Desainer UI semakin dipermudah dengan aplikasi-aplikasi saat ini. Semakin lengkap saja hal-hal pendukung yang memenuhi kebutuhan desainer untuk mengerjakan UI melalui aplikasi-aplikasi ini. Satu tujuan inti yang akan selalu dijadikan dasar oleh desainer UI adalah membuat desain yang memudahkan pengguna dan tidak banyak hiasan didalamnya, intinya tidak membingungkan.


Lalu, apa itu UX?

UX kepanjangan dari User Experience yang diartikan sebagai Pengalaman Pengguna. Maksudnya, sebuah tampilan ditujukan untuk menjawab pertanyaan bagaimana sebuah produk/aplikasi itu bisa lebih diterima oleh pengguna. Intinya kenyamanan pengguna lebih diutamakan bagi si UX desainer ini.

Desainer UX membuat rancangan aplikasi mengikuti kebiasaan atau pengalaman seseorang, tujuannya untuk memudahkan pengguna berinteraksi atau menggunakan aplikasi itu dengan baik dan benar.

UI dan UX sama-sama memiliki satu misi yaitu membuat suatu aplikasi atau produk untuk memudahkan pengguna dalam berinteraksi dengan aplikasi itu sendiri. 

Jika dianalogikan itu seperti kita ingin memasak makanan, disitu terdapat bahan-bahan makanan yang siap dimasak. Nah tugas dari si UX membuat bumbu dan masakan agar enak dimakan, sedangkan si UI itu menghidangkan makanan yang sudah dibuat tadi agar terlihat rapi, menarik, dan enak dilihat. Sudah jelas kan? Hehe

Proses Desain

Dalam mendesain aplikasi tentunya tidak langsung ‘bim salabim abrakadabra’ langsung jadi, tetapi ada prosesnya. Apa aja sih prosesnya?

Pertama User Research, yaitu mencari tahu atau meneliti pengguna, mencari tahu seperti apa sih aplikasi atau produk yang mereka butuhkan. 

Meneliti tidak cukup hanya dengan satu atau dua orang sampling, jika bisa sebanyak-banyaknya atau mungkin diberi target kepada kalangan seperti apa aplikasi tersebut akan di tujukan.

Kedua Sketching, yakni membuat atau menggambar kerangka dasar seperti apa tampilan aplikasi itu. Kita membuat kerangka di kertas putih dengan pensil/spidol tetapi tanpa diberi warna dan juga tidak harus detail menggambarnya.


Ketiga Wireframing, setelah sketching ada wireframe, dalam hal ini mereka tidak berbeda jauh, hanya saja wireframing lebih detail dari sketching. Warna masih hitam putih, belum ada tipografi dan gambar.
Designed by Dmytro Prudnikov

Baca Juga : Apa itu Tipografi?

Keempat Visual Design, nah disini desainer UI berperan penting untuk membuat desain kerangka yang sudah dibuat agar menjadi tampilan yang menarik. Visual design mencakup perpaduan warna, tipografi, tampilan, bentuk ikon dan lainnya.

Kelima Production, ini tahapan terakhir setelah aplikasi sudah jadi desainnya, kita implementasikan ke pengguna apakah aplikasi tersebut memudah penggunaan atau justru malah membingungkan. Jika terdapat kekurangan pada aplikasi tersebut bisa ditambahkan atau diganti sebagian.

Bagaimana desain UI/UX yang baik?

Pertama, memenuhi tujuan dari sebuah aplikasi atau produk yang sudah dibuat.

Kedua, memenuhi kebutuhan pengguna pada aplikasi atau produk yang sudah dibuat.

Ketiga, memudahkan pengguna menggunakan aplikasi tersebut.

Keempat, aplikasi melakukan sesuai apa yang diinginkan dan dibutuhkan oleh pengguna.

Kelima, interaksi antara pengguna dengan aplikasi tersebut jelas.

Bagaimana desain UI/UX yang buruk?

Pertama, struktur layout yang membingungkan bagi pengguna.

Kedua, aplikasi terlalu banyak pilihan menu.

Ketiga, konten didalamnya ada yang tidak berguna atau buruk.

Keempat, tampilan visual tidak berguna dan akhirnya tidak terpakai.


Untuk penjelasan melalui gambar bisa di lihat disini, berikut Infographic UI vs UX.
uxdesigner21.com

Kesimpulan

Jadi, UI fokus pada kebutuhan si pengguna terhadap aplikasi dan bagaimana kebutuhan tersebut dikemas dalam sebuah tampilan yang menarik dan juga mudah dimengerti.

Sedangkan UX fokus pada pengalaman si pengguna terhadap aplikasi tersebut, apakah fungsinya sudah benar-benar sesuai kebutuhan atau tidak. 

UI dan UX tidak bisa dipisahkan, mereka harus bekerja seiringan untuk membuat sesuatu yang menarik sesuai dengan kebutuhan pengguna. Bisa diibaratkan badan membutuhkan kaki untuk berjalan agar dapat beraktifitas.

Sekian artikel yang berjudul “UI dan UX, Apakah Sama?”. Mohon koreksinya jika terdapat kekurangan maupun kesalahan dan terimakasih sudah membaca ^.^


EmoticonEmoticon