Saturday, May 20, 2017

Prinsip dan Elemen Desain

Prinsip dan Elemen Desain

Prinsip dan Elemen Desain - Desain adalah sesuatu yang menyenangkan, mengasyikan dan  terkadang bisa juga menjadi hal yang membosankan dan rumit. Selalu ada banyak hal baru yang  harus dipelajari dan dilakukan saat kamu masih ditahap pemula.

Ingin belajar agar menjadi professional di bidang desain grafis? Pahami dulu dasarnya, baru kamu akan lebih mudah memahami jenjang selanjutnya. Hidup penuh dengan proses, sama halnya dengan desain, untuk menjadi ahli itu butuh proses. Hehe
Nah disini saya akan menjelaskan sedikit tentang Prinsip dan Elemen Desain. Apa aja sih ? Simak aja yuk :) cuss..


1.    Garis
Garis dapat dikatakan elemen terpenting dan pasti digunakan pada setiap desain yang kita buat. Bahkan kata-kata yang kamu baca ini terdiri dari ribuan garis lurus, miring dan lengkung. Garis dapat menyalurkan ide berupa kerapian, garis bergelombang, atau zigzag yang dapat menyampaikan berbagai ekspresi.
Penggunaan garis yang kuat adalah cara yang bagus untuk mendesain ilustrasimu. Kelebihan dari garis memperkuat karakter/ciri dalam desain baik berupa aksen maupun hanya untuk mempercantik.


2.    Skala
Skala adalah bagian besar dari desain, dalam definisi dasarnya, skala adalah ukuran elemen. Skala dapat membantu kita memahami desain dan gambar. Contoh kecil saja, jika kamu menggambar gajah dan semut bersebelahan, tidak mungkin kamu akan menggambar keduanya dengan ukuran yang sama, pasti gajah lebih besar dari semut, nah dari situ penonton akan langsung memahami gambarmu.
Dengan ini, skala membantu kita memahami banyak hal. Nah, kamu bisa mendramatisir elemen/gambar yang akan kamu buat agar terciptanya efek yang keren dan memberikan sinyal atau tanda bagian desain mana yang lebih penting dilihat dan mana yang kurang.


3.    Warna
Lagi-lagi kita membahas warna, sepertinya sudah bosan ya? Hehe karena beberapa waktu lalu banyak artikel saya yang membahas tentang warna. Tidak perlu banyak penjelasan, intinya warna adalah bagian terpenting. Tanpa warna, desain tidak akan keren, bagus, apalagi amazing. Warna menciptakan suasana hati tertentu yang terkait atmosfer, emosional, dan masing-masing warna memiliki makna yang berbeda-beda. Kesimpulannya, warna dapat memperindah atau malah  menghancurkan desainmu.
Warna bukan hanya ada pada elemen dalam desain, bahkan dalam foto pun terdapat warna-warna yang indah, tentu saja enak dilihat.

Baca Juga : 

4.    Pengulangan
Pengulangan Desain
Pengulangan adalah elemen penting untuk menjaga konsisten dalam desain, kelebihannya yaitu agar mudah diingat. Contoh seperti nama merk terkenal Google dan Coca-Cola, saya yakin kamu mudah mengingat logo mereka seperti apa, itu karena skema warna dan font yang dibuat secara berulang.


5.    Simetris
Simetris Desain
Simetris digunakan banyak desain logo dalam menciptakan desain yang harmonis dan seimbang. Beberapa contoh merek besar dengan logo simetris yaitu McDonald, Starbucks, dan lain-lain.
Tentunya simetris bukan pilihan bagi setiap desain dan bukanlah sebuah keharusan. Ada semacam garis yang tidak terlalu tebal antara desain agar tampak seimbang dan simetris, garis yang satu di salin kemudian disisipkan kesebelahnya. Jadi, bukan berusaha untuk mencapai simetris yang sempurna, melainkan berusaha memperkenalkan unsur-unsur halus simetris ke dalam desainmu.
Contoh utama dari simetris yang tidak terlihat dapat ditemukan dalam desain teks kotak. Seperti majalah yang penataan teksnya dibagi menjadi kolom teks, dan kolom ini sering berukuran simetris agar terlihat rapi serta visual menarik.
Dengan menggunakan sedikit simetris dalam penataan letak desain, kamu dapat membuat desain memiliki cita rasa keseimbangan dan rapi.


6.    Transparansi
Kalau dalam istilah desain lebih dikenal dengan nama Opacity, seperti judulnya transparan yakni tembus pandang. Menurunkan Opacity berarti akan membuat elemen itu kurang terlihat, dan bila semakin tinggi maka elemen itu semakin padat/terlihat jelas.
Transparansi juga merupakan teknik utama untuk menghasilkan efek gerakan dalam gambar. Berbagai gambar dengan berbagai tingkat transparansi  menciptakan efek yang keren. Memainkan efek transparansi juga dapat menekankan elemen dengan cara yang unik dan mencolok.


7.    Tekstur
Memang desain yang rapi, jelas dan simpel itu indah, tetapi terkadang dengan memberikan beberapa tekstur pada desain dapat membuat desain menjadi lebih indah. Tekstur dapat menambahkan efek yang cukup menarik untuk desainmu. Tetapi jika terlalu banyak tekstur yang digunakan dapat merusak desainmu alias kebanjiran hehe.
Memang jarang yang menggunakan tekstur, tergantung kebutuhan desain juga. Saya lebih sering menggunakan tekstur saat mendesain asset-asset game, seperti tanah, pohon, rumput dan lain-lan.


8.    Keseimbangan
Keseimbangan adalah hal yang cukup penting dalam sebagian besar hidup dan itu sama pentingnya dalam dunia desain grafis.
Contoh saja saat kita membuat brosur maupun pamflet, tentu saja kita tidak akan membiarkan banyak space yang kosong, bukan berarti haru membuat desain yang penuh sehingga terlihat ramai. Tetapi lebih kepada bagaimana memanfaatkan space itu agar tidak mubadzir kertas, jika desain di cetak. Dengan adanya keseimbangan membuat desain lebih rapi dan jelas alurnya.


9.    Hierarki
Hierarki Desain
Dalam KBBI, hierarki artinya pangkat kedudukan, dalam desain grafis juga berarti urutan.
Dalam desain grafis, biasanya judul mendapat porsi yang paling besar (diibaratkan seperti raja), ada juga subjudul (dibawah raja), ada juga bawahnya dan seterusnya. Kita bisa memainkan skala, garis ataupun warna agar desain kita tidak monoton, baik ukuran maupun yang lainnya.
Hierarki juga membantu desainmu mengarahkan pengguna.


10.    Kontras
Definisi dasarnya, kontras yakni tingkat perbedaan antara dua elemen pada desain. Bentuk umum kontras ada gelap/terang, tebal/tipis, besar/kecil, dan lain-lain.
Kontras memiliki efek besar pada keterbacaan, itulah mengapa novel dan percetakan lainnya menggunakan teks hitam dan latar belakang putih. Bayangkan jika cetakan itu menggunakan warna kuning sebagai teksnya maka akan sulit untuk membacanya sehingga pembaca akan malas. Jadi gunakan wana gelap terang dengan benar.
Kontras juga berguna untuk menarik mata melihat unsur-unsur tertentu dari desainmu.


11.    Grid
Bayangkan grid itu seperti pondasi rumah, itulah langkah awal yang penting dalam membangun sesuatu. Grid dapat membantu untuk menjaga konten terlihat rapi, mudah dibaca dan terlihat baik.
Grid lebih cocok digunakan pada desain yang lebih banyak teksnya dibandingkan gambar. Contoh seperti koran, majalah dan lainnya, grid memudahkan agar lebih tertata dan tidak melenceng dari posisi yang ditentukan.

Baca Juga : 
 
12.    Tipografi
Lagi-lagi ketemu tipografi, tipografi adalah bagian yang tidak akan lepas dari desain. Karena tipografi ini bisa dibillang pondasi terbesar dari desain.
Bagi yang belum tahu apa itu tipografi bisa dibaca artikel sebelumnya disini.
Masih banyak yang memperdebatkan mana yang lebih baik antara sans serif atau serif. Jawabannya tergantung situasi, tetapi secara umum, serif lebih baik untuk cetak dan sans serif lebih baik untuk web.
Menurut saya pribadi tidak mempermasalahkan kedua hal tersebut, asalkan tulisan bisa dibaca dan tidak monoton (bukan berarti banyak font yang digunakan).


13.    Komposisi
Komposisi Desain
Jika mendengar kata ini seperti melihat komposisi bahan yang terdapat pada kemasan makanan hehe. Komposisi disini mengacu pada keseluruhan elemen dalam desainmu.
Komposisi terdiri dari susunan dari elemen-elemen baik skala, pengulangan, tipografi, garis, dll. Seperti apakah lebih banyak menggunakan skala, kedalaman, dan hierarki.
Menempatkan komposisi akan terlihat bagus dan rapi jika kreatif dalam penataan tata letak.
Sebaiknya dalam komposisi ada 1 gambar/elemen yang menonjol, hal ini bertujuan agar menarik pembaca untuk melihat konten yang sudah kita buat.


Demikian artikel tentang Prinsip dan Elemen Desain, semoga yang sedikit ini mudah dipahami dan bermanfaat. Terima kasih sudah berkunjung dan jangan lupa share jika perlu ^.^ Salam desig...


EmoticonEmoticon